Ikan Asin Goreng vs Teri Kacang
Ikan Asin Goreng lebih ringan 80 kkal, sekitar 38 persen, setara 19 menit jalan cepat.
Kalau yang kamu cari cuma kalori paling rendah, Ikan Asin Goreng menang dengan selisih 80 kkal. Tapi kalori bukan satu-satunya yang menentukan: Ikan Asin Goreng memberi 13.1 gram protein tiap 100 kkal, lebih tinggi dari Teri Kacang yang 6.7 gram, dan protein itu yang bikin kenyangnya awet. Perlu dicatat juga, Ikan Asin Goreng natriumnya lebih tinggi sekitar 900 mg.
Perbandingan gizi lengkap
| Ikan Asin Goreng | Teri Kacang | |
|---|---|---|
| Kalori | 130 kkal | 210 kkal |
| Porsi | 1 porsi kecil (40 g) | 1 porsi kecil (50 g) |
| Protein | 17 g | 14 g |
| Karbohidrat | 1 g | 12 g |
| Lemak | 7 g | 12 g |
| Serat | 0 g | 2 g |
| Gula | 0 g | 4 g |
| Natrium | 1800 mg | 900 mg |
| Setara jalan cepat | 30 menit | 49 menit |
| Protein per 100 kkal | 13.1 g | 6.7 g |
Angka estimasi untuk porsi umum warung, dari TKPI dan USDA. Resep dan porsi asli bisa berbeda.
Pilih yang mana?
Lagi defisit kalori: Ikan Asin Goreng, selisih 80 kkal itu nyata kalau dilakukan tiap hari.
Butuh protein: Ikan Asin Goreng.
Sedang jaga tekanan darah: Teri Kacang, natriumnya lebih rendah.
Ikan Asin Goreng: Enak sebagai pelengkap, bukan lauk utama. Kalau tekanan darahmu tinggi, ini yang pertama dikurangi.
Teri Kacang: Kalsiumnya tinggi karena terinya dimakan utuh dengan tulangnya, tapi porsinya gampang kebablasan.
Berapa kalori yang kamu butuh sehari?
Selisih 80 kkal baru berarti kalau kamu tahu targetmu. Hitung kebutuhan kalori harianmu dari berat, tinggi, dan aktivitas. Gratis, nggak perlu akun.